Jalan Janti KM. 04 Gedongkuning Yogyakarta 55198
kslbuanakalpataru@gmail.com
Limbah Elektronik
Home » Elektronik  »  Limbah Elektronik
Limbah elektronik, atau e-waste, merupakan masalah yang muncul sekaligus peluang bisnis yang semakin penting, mengingat volume e-waste

LIMBAH ELEKTRONIK

Limbah elektronik, atau e-waste, merupakan masalah yang muncul sekaligus peluang bisnis yang semakin penting, mengingat volume e-waste yang dihasilkan dan kandungan bahan beracun dan berharga di dalamnya. Fraksi yang meliputi besi, tembaga, aluminium, emas, dan logam lainnya dalam e waste lebih dari 60%, sedangkan polutan meliputi 2,70%. Mengingat tingginya toksisitas polutan ini terutama ketika dibakar atau didaur ulang di lingkungan yang tidak terkendali, Konvensi Basel telah mengidentifikasi e-waste sebagai bahan berbahaya, dan mengembangkan kerangka kerja untuk pengendalian pergerakan lintas batas limbah tersebut.

KOMPOSISI LIMBAH ELEKTRONIK OKTOBER

Limbah elektronik tersusun atas berbagai logam dan nonlogam yang membuat komposisinya unik dan beragam. Pola komposisi khas limbah elektronik adalah 30% organik (misalnya polimer, penghambat api, dan serat kaca), 30% keramik (misalnya silika, mika, dan alumina), dan 40% anorganik (misalnya logam besi dan nonbesi). Bahan anorganik dalam limbah elektronik terdiri atas logam dasar (misalnya aluminium, besi, tembaga, dan timah), logam mulia (misalnya perak, emas, dan paladium), logam berat (misalnya kadmium, nikel, kromium, seng, merkuri, berilium, dan timbal), dan logam tanah jarang (misalnya galium, tantalum, dan golongan platina).

PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK YANG BERKELANJUTAN

Pengelolaan limbah elektronik yang efektif memerlukan kombinasi kebijakan dan strategi dari awal hingga akhir. Perspektif intervensi strategis ini harus dikaitkan dengan ketersediaan teknologi periferal, keterjangkauan ekonomi dan sosial, lingkungan yang berkelanjutan dan tangguh, serta kesadaran konsumen.

DAMPAK LIMBAH ELEKTRONIK

Bila limbah elektronik dibuang atau didaur ulang tanpa kontrol apa pun, ada dampak negatif yang dapat diprediksi terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Limbah elektronik mengandung lebih dari 1000 zat berbeda, banyak di antaranya beracun, seperti timbal, merkuri, arsenik, kadmium, selenium, kromium heksavalen, dan penghambat api yang menghasilkan emisi dioksin saat dibakar.

BAHAYA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH

Bahaya dalam pengelolaan limbah meliputi penanganan bahan kimia berbahaya seperti cairan CFC, polychlorinated biphenyls (PCBs), merkuri, keselamatan mesin, penanganan barang besar secara manual, keselamatan listrik, risiko terpotong dan tergores, serta risiko kebakaran dan ledakan.

Sumber
  • Artikel Pengelolaan limbah elektronik dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia : E-waste management and its effects on the environment and human health - ScienceDirect
  • Artikel Perspektif global tentang limbah elektronik : Global perspectives on e-waste - ScienceDirect
  • Artikel Tinjauan mengenai perkembangan terkini, tantangan, dan peluang limbah elektronik (e-waste) : A review of the recent development, challenges, and opportunities of electronic waste (e-waste) | International Journal of Environmental Science and Technology