Jalan Janti KM. 04 Gedongkuning Yogyakarta 55198
kslbuanakalpataru@gmail.com
Limbah Makanan
Home » Makanan  »  Limbah Makanan
Limbah makanan adalah makanan yang terbuang dan menjadi sampah.

PENGERTIAN LIMBAH MAKANAN

Limbah makanan adalah makanan yang terbuang dan menjadi sampah. Definisi sampah dapat dilihat dari berbagai sisi sehingga berbagai lembaga dan organisasi dapat menggunakan definisi yang berbeda-beda mengenai sampah makanan ataupun makanan yang terbuang. Sampah makanan dapat dilihat dari jenisnya, dari bagaimana sampah terbentuk, dan dari mana asalnya.

Sebagian makanan dapat terbuang pada tahap tertentu dalam proses pengolahannya hingga selesai dikonsumsi oleh manusia. Berdasarkan Institution of Mechanical Engineers, setidaknya pada tahun 2013 setengah dari total makanan yang diproduksi manusia terbuang menjadi sampah. Di negara miskin dan berkembang, sebagian besar makanan terbuang dalam proses produksi dan pengolahannya karena proses yang belum efisien. Sedangkan di negara maju, makanan terbuang lebih banyak dari sisi konsumsinya dan setiap individu dapat membuang sekitar 100 kg makanan per tahun.

PENYEBAB LIMBAH MAKANAN

Pada tahun 2011, Organisasi Pangan dan Pertanian FAO mempresentasikan perkiraan bahwa sekitar 1/3 dari makanan dunia terbuang setiap tahun. Sejak itu, banyak yang berubah dalam persepsi global tentang masalah tersebut.

Kehilangan dan pemborosan pangan memang menjadi isu yang menjadi perhatian publik yang besar. Dalam beberapa tahun terakhir, limbah makanan telah menjadi fenomena kompleks yang menarik perhatian ilmuwan, konsumen, dan aktivis.

Hal ini telah menjadi paradoks global, peningkatan hasil pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan namun kemudian sepertiga dari semua makanan yang diproduksi berakhir jadi limbah.

DAMPAK NEGATIVE LIMBAH MAKANAN

  • Krisis Pangan

Dampak yang paling mengkhawatirkan dari Food Waste yaitu ancaman kelangkaan atau krisis pangan, karena tingginya sumber makanan yang tidak diproduksi dan dimanfaat semestinya. Selain itu membuang sisa makanan sama artinya membuat sumber daya yang digunakan selama proses produksi makanan tersebut, sehingga mengantarkan manusia secara langsung atau tidak pada kondisi kelangkaan pangan.

  • Pemanasan Global

Sisa makanan yang menumpuk dalam jumlah besar akan menghasilkan gas metana yang dapat membentuk gas rumah kaca yang menjadi salah satu pemicu pemanasan global.

  • Limbah Air Lindi

Selain gas metana, sampah sisa makanan juga dapat menghasilkan limbah air lindi yang bisa mencemari tanah dan air.

CARA PENGELOLAH LIMBAH MAKANAN

  • Pakan ternak

Berbagai hewan dapat memakan makanan sisa yang dibuang manusia, tidak terkecuali hewan peliharaan dan hewan ternak. Meski demikian, tidak semua sisa makanan manusia cocok untuk hewan. Limbah organik yang akan diolah menjadi pakan hewan harus dibersihkan dan diseleksi terlebih dahulu sebelum dikonsumsi hewan ternak. Penanganan limbah organik harus dipisah dengan limbah anorganik. Limbah anorganik seperti logam berat dan plastik dikhawatirkan akan mencemari limbah organik yang akan diolah menjadi pakan ternak. Akumulasi dari logam berat dan plastik tersebut akan membahayakan manusia yang mengonsumsi daging ternak tersebut. Ayam dan unggas lainnya secara tradisional dilepaskan di area lahan yang baru dipanen dan bangunan penggilingan biji-bijian untuk mencari sesuatu yang dapat dimakan.

  • Kompos

Pengomposan adalah proses perubahan secara biokimia dari berbagai komponen limbah organik menjadi suatu zat humus stabil yang dapat digunakan untuk pengganti tanah atau sebagai pupuk organic. Perubahan kimia dan proses metabolik kompleks dari berbagai mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan cacing akan menghasilkan variasi hasil material pengomposan. Pengomposan biasanya digunakan untuk pertanian organik dimana limbah organik akan diuraikan selama berbulan-bulan dengan bantuan di mikroorganisme. Sampah makanan dapat terdegradasi dengan mudah sehingga dapat komposkan untuk dijadikan pupuk.

  • Daur Ulang

Limbah minyak goreng sisa restoran umumnya ada dalam jumlah besar, terutama yang menjalankan proses memasak secara deep frying. Limbah tersebut tidak dapat digunakan kembali secara langsung, namun dapat diolah untuk dijadikan ternak, kosmetik, dan biodiesel dan sabun, juga lipid untuk nutrisi tambahan pakan deterjen. Minyak jelantah atau limbah minyak goreng dapat dijernihkan kembali seperti minyak goreng baru melalui sistem filterisasi. Tetapi, memiliki keterbatasan yaitu kandungannya tetap mengalami kerusakan sehingga tidak baik bagi tubuh bila dikonsumsi.

Sumber
  • Tentang Pengertian Limbah Makanan

https://id.wikipedia.org/wiki/Sampah_makanan

  • Tentang Penyebab Limbah Makanan

https://www.kompasiana.com/deanruwayari7727/5fd12d8bd541df3208124382/sampah-makanan-penyebab-efek-dan-solusi

  • Tentang Dampak Negatif Limbah Makanan

https://environment-indonesia.com/penyebab-food waste-dan-dampaknya/

  • Tentang pengelolaan Limbah Makanan

https://id.wikipedia.org/wiki/Sampah_makanan